Indonesia, Apakah Akan Tetap Jadi Bulan Bulanan Tim Eropa?

Leave a Comment

Yaps, setelah dari kemarin gk pernah ngepost artikel yang ngebahas tentang apa yang sedang terjadi, sekarang gue mau ngereview pertandingan Timnas Indonesia dalam beberapa pertandingan terakhirnya sampai pertandingan tadi malam vs Liverpool. Kalo kita flashback kebelakang, kunjungan klub eropa ke Indonesia untuk tur maupun melakukan pertandingan pra-musim nya, Indonesia selalu kalah ya...


INTER MILAN.
Oke, kita mulai dari klub raksasa INTER MILAN asal Italia. Pada tahun lalu, tepatnya Sabtu 26 Mei 2012 klub asal Milan ini menggelar Tur Indonesia. Tur Indonesia ya, bukan Asia atau yang lainnya. Klub dengan koleksi 18 scudetto itu menggelar coaching clinic, meet n greet, dan lain-lain yang dananya juga akan disumbangkan.. Betapa mulianya... Haha.
Klub ini melakukan 2 kali pertandingan di Indonesia, pertandingan pertama pada hari Sabtu tanggal 26 Mei mereka melawan Timnas Indonesia. Hasil akhir 4-2 kemenangan untuk INTER. INTER yang mayoritas diisi pemain muda di pertandingan ini berhasil membuat kekalahan (lagi) untuk Indonesia. Gol INTER diciptakan masing-masing 2 gol dari Coutinho, Pazzini. Sedangkan Indonesia mampu mencetka 2 gol melalui kaki Patrich Wanggai, dan Titus Bonai (lumayan lah ya.. 2 gol). Dan dipertandingan ini ada aksi keren dari Maicon. B-)


Di pertandingan kedua, melawan Indonesia Selection, INTER kembali menang 3-0. Laga yang digelar pada hari Kamis 24 Mei 2012 ini cukup keras yah, walaupun tetep INTER menang. Andik juga cukup ngerepotin Biraghi, back muda INTER. Sampai babak pertama skor cukup 1-0 (saja) gol yang diciptakan dengan mudah oleh Longo pemain muda INTER (lagi) setelah kesalahan yang dilakukan Aji Saka pemain Tua Indonesia (Hell yeah..), hehe. Dibabak kedua, INTER yang saat itu masih diasuh Andrea Stramaccioni berhasil untuk lebih menguasai pertandingan saat Pazzini masuk. Pazzini mencetak gol, dan ditutup gol ketiga dari Tremolada (lagi-lagi...) pemain muda INTER. Masih kurang bagus kalo menurut gue pertahanan timnas Indonesia :)


AC MILAN.
Oke, selanjutnya dari klub raksasa Italia lagi, AC MILAN. Ya walaupun mereka ngirim tim Glory atau apalah namanya itu yang jelas isinya pemain-pemain alumninya yang udah tua. Mereka datang ke Indonesia dengan niat pertandingan persahabatan aja. Indonesia saat itu dibentuk dalam tim INDONESIA ALL STARS. Pertandingan itu berakhir dengan skor 4-2. Jelas, Indonesia kalah. Padahal, kalo diliat secara fisik, pemain Indonesia lebih bagus menurut gue. Pemain AC MILAN sendiri banyak yang udah udzur,lemak di perutnya kemana-mana, rambut juga udah pada putih. Sedangkan pemain Indonesia ada Bambang Pamungkas yang masih bugar. Untuk kiper ada Hendro Kartiko, yang masih bisa dibilang layak untuk tetap jadi kiper timnas, karena kehebatannya. Tapi tetep aja gak bisa nahan 2 Tendangan dari Serginho, 1 dari Sheva & Ganz. Dan ada kebanggan tersendiri mungkin untuk BePe, karena seorang INTERISTA atau fans dari klub rival AC MILAN yaitu INTER MILAN yang berhasil mencetak 2 gol yang keren. Walaupun tetep ya, tetep.. Kalah.. Tapi tetep ya, tetep.. Harus dukung Timnas.


BELANDA.
Serasa dijajah kembali. Diawal pemain masuk lapangan aja aroma penjajahannya terasa banget ya. Yang tuan rumah itu siapa, yang pake kostum home siapa. Huftnes... Tapi jangan sampe lah ya kejajah lagi. Jadi, Timnas Indonesia itu kalah 3-0. Tim asuhan Jacksen Thiago masih belum berhasil menang melawan kunjungan tim-tim eropa. Babak pertama Indonesia pertahanannya bagus, tapi dibabak kedua hancur terjajah... Gol pertama diciptakan De Jong putih di menit ke-57. De Jong putih menciptakan gol (lagi) di menit ke-67. Dan terakhir, si pemain tanpa tombol umpan dan oper bola, yang kerjaannya cuma giring bola lalu shoot. Ya, Robben menciptakan gol terakhir untuk Belanda dan golnya cukup nyiksa juga sih ._.


ARSENAL.
Sumpah, ini buruk banget. Yakali, sampe 7-0 gitu. Lawan Arsenal ini mungkin pemain Indonesia lelah kali ya, atau mikirin gaji dari klub yang gak turun-turun, entahlah. Pertandingan 14 Juli kemarin ini terlihat santai dan imbang gak terlalu berat di babak pertama. Mungkin karena faktor stamina pemain Indonesia (lagi) yang beda jauh sama pemain eropa di babak kedua Indonesia seakan-akan hancur dengan mudah oleh Meriam London. Mungkin kurang lebih disitu Indonesia ditembak pake Meriamnya Arsenal kali ya. Kebanyakan ah sampe 7-0 gitu, gue gak mau nyebutin siapa-siapanya yang nge-gol-in gawang Indonesia. Dan tentunya PR di pertandingan ini untuk coach Jacksen Thiago, untuk memperbaiki pertahanan. :)


LIVERPOOL.
Mendingan banget, dari pada waktu lawan Arsenal. Entah Liverpool yang kuran pool mainnya atau gimana, yang jelas pertandingan semalem ini cuma berakhir 2-0. Jauh dari perkiraan para fans Liverpool yang ngarep bakal menang 5 gol lebih, ngarep om? Gol yang diciptakan Coutinho di menit ke-9 merupakan gol ke-3 nya di Indonesia, setelah 2 Gol untuk INTER MILAN. Gol kedua diciptakan oleh Raheem Sterling pada babak kedua tepatnya menit ke-87. Gue gak ngerti kenapa Liverpool cuma bisa menang 2-0. Tapi yang jelasnya coach Jacksen Thiago sudah melakukan pembenahan dan mengerjakan PR dengan baik saat kalah 7-0 lawan Arsenal.


Jadi, masih mau datengin tim hebat dari Eropa, Indonesia?

Kalo menurut gue nih ya, Indonesia gak akan jadi hebat kalo lawannya terus-terusan tim hebat. Karena siapapun itu gak akan langsung bisa mengerjakan sesuatu yang berat kalo belum ngerjain yang ringan. Jadi, cobalah ajak tim-tim kecil dulu aja untuk uji cobanya. Seperti klub asia, atau klub dalam negeri aja dulu. Kalo ngerasa udah pas dan klop untuk skuadnya baru ajak tim eropa atau ajak timnas Spanyol sparing, Haha..

Oiya, tanggal 25 Juli nanti juga ada klub eeropa mau kesini lagi lho, Chelsea.. Tunggu aja hasilnya, kalo emang kalah lagi, menurut gue lawan tim kecil aja dulu..
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar